Kamis, 04 Desember 2008

Muhammad Yunus

Inspirator Perjuangan
Melawan Kemiskinan

"Suatu Hari cucu kita akan pergi ke museum untuk melihat seperti apa itu kemisikinan " Pernyataan Yunus seperti dikutip The Independent pada 5 Mei 1996 silam.

Muhammad Yunus pria kelahiran Bangladesh 24 juni 1940, anak ke 3 dari 14 saudara ialah seorang yang memilki kepiawaian dalam bidang ekonomi, ranah yang sudah lama di gelutinya sejak bangku kuliah. Yunus menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Chitagong Bangladesh. dan profesi sebagai Dosen Beliau sangat peduli dengan kemiskinan yang ada di negaranya sehingga yang menyebabkan mendirikan lembaga microfinance yang bernama Grameen Bank yang artinya dalam bahasa Bengali Pedesaan.

Asal muasal nya beliau mendirikan lembaga Grameen Bank adalah ketika banyak orang sedang sekarat di jalan-jalan karena kelaparan, saat itu dia mengajak beberapa mahasiswanya untuk mengunjungi desa-desa miskin di Bangldesh. Dia menyaksikan bagaimana kelaparan melanda hingga menewaskan ratusan ribu orang.

Hingga akhirnya terbetik tekad untuk membantu kaum miskin dan para pengemis. Tekad tersebut makin menguat saat dia menyaksikan Sufia Begum, seorang perempuan pengrajin bambu. Sufia meminjam uang kepada tengkulak untuk bisa membuat bangku bambu. Sufia meminjam 5 taka atau setara dengan Rp. 850 untuk setiap bangku dengan mengembalikan bunga sebesar Rp. 184

Menurut Yunus, Sufia tidak perlu menjadi budak hanya karena 5 taka. Satu hal yang tidak Yunus mengerti, mengapa Sufia hidup begitu miskin padahal dia bisa membuat kerajinan yang bagus. Pada Awalnya , Yunus meminjamkan 27 dollar dari saku sendiri untuk memecahkan masalah Sufia dan teman - temannya sesama pengrajin. Dia menjadikan uangnya sebagai kredit tanpa agunan dengan pembayaran fleksibel. Dia menerapkan kredit mikro dengan bertindak sebagai penjamin satu sama lain.

Yunus berkeyakinan, orang miskin hanya kurang mendapat akses untuk bisa hidup lebih baik. Dalam praktek ekonomi kapitalisme yang umum berlaku, setiap peminjam kredit harus mempunyai sejumlah agunan sebagai jaminan bagi bank. Dengan adanya syarat ini rakyat miskin tidak punya apa - apa, tidak mungkin mendapat kesempatan mendapatkan modal dalam upaya meningkatkan penghasilan.

Sejak itu, uang yang dipinjamkan selalu bergulir dari salah satu peminjam ke peminjam lainnya. Dari satu desa menjadi ratusan desa. Hal ini menjadi cikal bakal munculnya Grameen Bank, sebuah bank resmi dan independen pada 02 oktober 1983

Melalui Gameen Bank, Yunus berhasil membuktikan bahwa gerakan nyata untuk mendayagunakan ekonomi masyarakat bawah bisa berjalan dan dengan itu pula Yunus mendapatkan Nobel Foundation berdasarkan perjuangannya menghapus kemiskinan.

Sabili November 2008.